Rabu, 12 Oktober 2016

Ajaran Sukhavati Bagi Pemula 43


Ajaran Sukhavati Bagi Pemula
Bagian 43

Jasa kebajikan yang sesungguhnya
Apa yang dimaksud dengan jasa kebajikan yang sesungguhnya? Jasa kebajikan adalah akar kebajikan. Akar kebajikan ditanam di hadapan rupang Buddha, melafal Amituofo dan melakukan namaskara pada Buddha, ini barulah merupakan jasa kebajikan yang sesungguhnya!

Amitayurdhyana Sutra menyebutkan bahwa dengan hati yang paling tulus melafal sepatah Namo Amituofo, dapat mengeliminasi  8 miliar kalpa dosa berat samsara. Oleh karena karma buruk telah terhapus, maka takkan mengalami beragam jenis penderitaan tumimbal lahir lagi. Jasa kebajikan ini adalah sedemikian besarnya.

Lagi pula dengan mengandalkan kekuatan tekad Buddha Amitabha, mana ada yang tidak berhasil? Maka itu praktisi pelafal Amituofo, sepuluh ribu orang yang melatihnya, sepuluh ribu pula yang berhasil. Tak peduli akar kebajikan orang itu adalah tinggi, menengah atau rendah, asalkan bersedia melafal Amituofo, maka pasti bisa berhasil.

Setelah berhasil terlahir ke Alam Sukhavati maka setiap hari bisa berada bersama Buddha dan Bodhisattva, dengan sendirinya mencapai kemajuan batin, bahkan mencapai KeBuddhaan.

Maka itu pembina diri yang ingin jadi Dewa, masih begitu jauh ketinggalan bila dibandingkan dengan praktisi pelafal Amituofo yang bertekad terlahir ke Alam Sukhavati.

Penulis : Upasaka Huang Qing-lan
Disahkan oleh Master Yin Guang



初機淨業指南
(四十三)

真實功德

  什麼叫做真實的功德呢?功德就是善根。善根是要在佛前種的。聲聲的念佛,天天的拜佛,這才是真實的大功德哩!《觀無量壽佛經》上說的,至至誠 誠,懇懇切切,念一句南無阿彌陀佛,就可以除掉八十億劫生死的罪苦。十萬叫做一億。八十億劫,就是八百萬劫。一心一意的念佛,就可以把八百萬劫所造的 罪業,一齊都消去了。罪業既然消去了,自然不再受那生死輪回的種種苦惱了。這樣的功德,還算不得大麼?況且還靠著阿彌陀佛的大願心的力量,哪有不成功的道 理呢?所以念佛的人,真個是一萬個人修,一萬個人成功的。無論這個人的善根是上等的、是中等的、是下等的,只要肯念阿彌陀佛,都可以成功的。既然能夠修成 功生到了西方極樂世界去,天天同那佛菩薩在一塊兒,就自然只有上進,沒有再會墮落的道理了。並且自然會回復本來有的佛性,自然會漸漸的到佛的地位了。所以 我說那修仙人的人,總還遠不及那一心念佛的人,修生到西方極樂世界去的好。

文摘恭錄 : 初機淨業指南
印光法師鑒定 
淨業弟子黃慶瀾演稿


Selasa, 11 Oktober 2016

Ajaran Sukhavati Bagi Pemula 42




Ajaran Sukhavati Bagi Pemula
Bagian 42

Dewa belum mengakhiri tumimbal lahir

Ada yang bertanya : “Kalau ada pembina diri berhasil menjadi Dewa, juga merupakan hal yang bagus, bisa memiliki kemampuan gaib. Kenapa harus bertekad terlahir ke Alam Sukhavati berharap jadi Buddha?”

Saya menjawab : Meskipun Dewa memiliki kemampuan gaib, tetapi cuma sebatas kemampuan gaib Dewa, paling tidak, hanya memiliki Mata Dewa, Telinga Dewa, membaca pikiran orang lain, mengetahui masa kehidupan lampau, lima jenis kemampuan gaib saja.

Sedangkan kemampuan gaib yang diperoleh setelah melenyapkan kekotoran batin (klesa), Dewa tidak bisa memilikinya. Maka itu ada sebuah kalimat yang berbunyi : Dewa memiliki lima jenis kemampuan gaib, Arahat memiliki enam jenis kemampuan gaib.

Meskipun Dewa bisa memiliki lima jenis kemampuan gaib, namun tak sebanding dengan lima jenis kemampuan gaib yang dimiliki Arahat. Dari penampilannya tampaknya serupa adalah lima jenis kemampuan gaib, tetapi bila ditinjau dari tinggi rendahnya kemampuan gaib tersebut, maka jauh bedanya. Dewa masih tak sebanding dengan Arahat, bagaimana mungkin bisa dibandingkan dengan Buddha?

Oleh karena Dewa masih belum memiliki kemampuan gaib yang diperoleh Arahat, maka Dewa masih belum bisa keluar dari Triloka, masih tetap berputar di enam alam tumimbal lahir, mengapa demikian? Oleh karena Dewa cuma menimbun berkah, dia bisa menjadi Dewa karena pahala dari menimbun berkah, namun sayangnya dia tidak menimbun jasa kebajikan yang sesungguhnya (melafal Amituofo bertekad lahir ke Alam Sukhavati), sehingga tidak bisa menemukan kembali Jiwa KeBuddhaan-nya. Oleh karena tidak mampu mengembalikan Jiwa KeBuddhaan-nya maka tidak bisa terbebas dari roda samsara, keluar dari Triloka.

Usia para Dewa juga beragam, semakin tinggi Alam Surga yang dihuni maka usia Dewa tersebut akan semakin panjang. Sampai pada Alam Arupa, ada empat tingkatan alam dan yang paling teratas adalah “Neva-sanna-na-sanna-yatana”, usia Dewa di alam ini merupakan yang paling panjang, yakni 84 ribu Mahakalpa.

Kalpa adalah satuan yang digunakan dalam Ajaran Buddha untuk menghitung waktu, ada kalpa kecil, kalpa menengah dan kalpa besar. Biasanya kita menyebutkan kalpa kecil sebagai “kalpa penambahan dan pengurangan usia”. 

Sutra menyebutkan, usia manusia yang paling panjang adalah 84 ribu tahun, ini adalah batas usia manusia yang terpanjang; dari usia 84 ribu tahun, setiap seratus tahun usia manusia akan berkurang setahun, pengurangan ini akan terus berlanjut sampai usia manusia cuma tersisa 10 tahun saja, usia 10 tahun adalah batas usia manusia yang terpendek; kemudian dari usia 10 tahun ini, setiap seratus tahun usia manusia akan bertambah setahun, penambahan ini akan terus berlanjut sampai usia manusia mencapai 84 ribu tahun, periode waktu selama penambahan dan pengurangan ini disebut sebagai satu “kalpa kecil”.

20 kalpa kecil disebut sebagai satu “kalpa menengah”, 4 kalpa menengah disebut sebagai satu “kalpa besar”. Dengan kata lain satu kalpa besar ada 80 kalpa kecil.

Jadi bayangkan usia Dewa di Alam Neva-sanna-na-sanna-yatana adalah 84 ribu Mahakalpa (kalpa besar), begitu panjangnya, meskipun demikian juga masih ada batasnya, ketika pahala Dewa sudah habis dinikmati, dia juga masih harus bertumimbal lahir dan jatuh ke alam lainnya.

Mungkin saja jatuh ke Alam Dewa yang ada dibawahnya, atau bahkan juga bisa jatuh ke alam manusia, tidak pasti. Kalau pada masa kelahiran lampaunya melakukan karma buruk yang belum berbuah, maka harus jatuh ke tiga alam penderitaan!   

Bayangkan dari alam yang paling tinggi dalam “31 alam kehidupan”, masih harus jatuh ke alam rendah, jadi apalah gunanya membina diri jadi Dewa? Lagi pula pembina diri yang jadi Dewa, mana bisa mencapai Alam Neva-sanna-na-sanna-yatana? Sementara itu bagi yang belum mencapai Alam Neva-sanna-na-sanna-yatana akan lebih mudah merosot dan jatuh ke alam yang lebih rendah lagi.

Jaman dahulu kala ada seorang Dewa yang melatih sebuah metode samadhi, yang disebut Samadhi Neva-sanna-na-sanna-yatana. Setelah meninggal dunia, Dewa ini berhasil bertumimbal lahir di Alam Neva-sanna-na-sanna-yatana. Akhirnya setelah pahalanya habis dinikmati, dia harus jatuh ke Alam Binatang menjadi seekor rubah terbang.

Masih ada lagi Dewa yang pahalanya habis dinikmati, kemudian jatuh menjadi kutu di bulu leher seekor kerbau, bukankah ini berarti jatuh ke Alam Binatang? Meskipun jatuh ke alam manusia juga tiada maknanya, lagi pula menjadi manusia akan menciptakan karma lagi, tetap saja tak terhindarkan dari jatuh ke tiga alam penderitaan.    

Maka itu membina diri jadi Dewa juga tiada bagusnya. Terkecuali mau melafal Amituofo bertekad terlahir ke Alam Sukhavati, maka ini bukan saja menimbun berkah, bahkan telah memupuk jasa kebajikan yang sesungguhnya, melampaui Triloka selamanya terbebas dari roda samsara.

Penulis : Upasaka Huang Qing-lan
Disahkan oleh Master Yin Guang



初機淨業指南
(四十二)

仙人未出輪回

又有人說道:一個人修成了仙人,也是很好的,神通也大得了不得的。為什麼一定要求生到西方極樂世界去,巴望將來成佛呢?

我回答他道:仙人雖然也有很大的神通,不過仙人的神通,最多也不過得了天眼通、天耳通、他心通、神足通、宿命通五種神通罷了。講到漏盡通的一種 神通,實在是一點影子也沒有得著。所以有一句話,叫做:五通仙人,六通羅漢。就是說仙人不過能夠得著五種神通,羅漢才可以得著六種神通。並且仙人所得 的五種神通,比了那羅漢所得的五種神通,面子上看起來一樣是五種神通,但是神通的高下就相差得遠了,就譬如土塊比泰山一樣了。那麼仙人還比不上羅漢,怎麼 能夠比佛呢?

並且那仙人因為不能夠得著漏盡通的一種神通,所以就不能夠超出三界,只好仍舊在這個輪回裏頭,不住的轉來轉去。為什麼呢?因為仙人所修的都是 福,他能夠成仙人,就是他修福的報應。不過可惜他沒有修那真實的功德(什麼叫真實功德,我下邊再講給你們聽),所以就不能夠回復他本來有的佛性。因為不能 夠回復本來有的佛性,所以就不能夠了生脫死、超出三界了。

講到三界裏頭的人,從四王天、忉利天起,各種人的壽命福分,都是一層高一層,越上越高。到了無色界最高的非非想天上去,那裏的人的壽命,就有八 萬四千大劫的長了。(劫,是最長的時候的名稱,有大劫、中劫、小劫三種。世界壞一次,成一次,叫做一大劫。一個大劫裏頭,分做成劫、住劫、壞劫、空劫四個 中劫。一個中劫裏頭,又分做二十個小劫。一個小劫的時候,已經是很長了。怎麼樣的計算呢?是從人的壽命有八萬四千歲的時候,減起來,每過一百年,人的壽命 就要減少一歲,減到人的壽命只有十歲的時候,再從十歲加起來,每過一百年就要加多一歲,加到八萬四千歲,這麼多的年代,叫做一個小劫。二十個小劫叫做一個 中劫。成劫、住劫、壞劫、空劫四個中劫裏頭,各有二十個小劫。所以一個大劫裏頭,總共有四個中劫,就有八十個小劫。非非想天上的人的壽命,有八萬四千個大 劫那麼長。)不過壽雖然是這樣長,若是天上的福享盡了,也還要墮落下來的。或是墮落到下幾層的天裏頭,或是墮落到我們人的世界上來,都說不定的。若是他從 前所造的惡業還沒有受過報應,還要墮落到畜生道、餓鬼道、地獄道裏頭去哩!你們想想看,到了這樣最最高的非非想天上去,還要墮落下來,那麼修仙人有什麼好 呢?況且修仙的人,哪里都能夠修到非非想天上去呢?那不能夠修到非非想天上去的人,更加容易墮落,自然不消說得了。

從前有一個仙人,專門修一種定心的法子,叫做非非想定。等到死了,真的生到非非想天上去了。到了後來,非非想天的福享盡了,就投做一隻飛狸。還 有一個天帝,享完了天福,卻投了一個牛的頭頸裏頭的蟲。那不是墮落到了畜生道裏頭去了麼?就算不都是墮落到畜生道裏頭去的,或是墮落到人道裏頭去的,仍舊 到我們這個世界上來做人,看起來像是還好。不過已經修到天上去了,仍舊墮落下來做人,還有什麼好呢?況且做了人,恐怕又要造惡業,仍舊免不了墮落到畜生、 餓鬼、地獄道裏頭去。所以修到天上去,或是修成仙人,都沒有什麼好。若是能夠照我所說念佛的法子,往生西方極樂世界去,那就不但是修了福,並且還修了真實 的功德,一定永遠不會墮落了。

文摘恭錄 : 初機淨業指南
印光法師鑒定 
淨業弟子黃慶瀾演稿


Senin, 10 Oktober 2016

Ajaran Sukhavati Bagi Pemula 41


Ajaran Sukhavati Bagi Pemula
Bagian 41

Cara untuk menfokuskan pikiran

Ada orang yang berkata : Saya selalu melafal Amituofo, tetapi entah apa sebabnya, kalau tidak melafal Amituofo pikiranku tidak bermasalah. Begitu melafal Amituofo, bentuk-bentuk pikiran yang bermunculan banyak sekali, muncul dan lenyap tak karuan dan tanpa henti. Ingin menenangkannya tapi malah makin tidak tenang, sulit menfokuskan pikiran melafal Amituofo. Bentuk-bentuk pikiran yang begitu banyak, walaupun melafal Amituofo tapi mungkin juga tiada gunanya.

Saya menjawab : Mulut melafal Amituofo tapi pikiran berkeliaran, ini memang tidak baik. Tetapi seorang manusia biasa, pikirannya adalah sangat kacau. Baru saja memulai melafal Amituofo, mana mungkin bisa langsung tenang hatinya? Asalkan kalian mau melafal dengan tulus, seiring berjalannya waktu, dengan sendirinya pikiran akan berangsur-angsur jadi tenang, hal ini tidak bisa dilakukan dengan tergesa-gesa.   

Lagi pula selama ini pikiran kita memang sudah kacau, jadi bukan karena melafal Amituofo barulah terasa kacau. Hanya saja setelah melafal Amituofo, barulah menyadari tenyata diri sendiri memiliki banyak bentuk-bentuk pikiran. Sebelum melafal Amituofo masih belum menyadari bahwa pikiran sendiri ternyata begitu kacaunya, jadi meskipun bentuk-bentuk pikiran terus menerus bermunculan, juga dibiarkan begitu saja! 

Ibarat di udara memang terdapat banyak debu, tetapi kebanyakan orang tidak melihatnya. Begitu ada matahari yang menyinarinya, maka akan tampak jelas debu-debu yang beterbangan dan banyak sekali.

Sebelum melafal Amituofo, tidak menyadari akan banyaknya bentuk-bentuk pikiran. Bukan berarti bentuk-bentuk pikiran tidak banyak, hanya saja diri sendiri tidak menyadarinya.

Ibarat debu, sebelum ada matahari yang menyinarinya, bukan berarti debu itu tidak ada, hanya saja manusia tidak melihatnya. Setelah mulai melafal Amituofo maka jadi menyadari bentuk-bentuk pikiran yang bermunculan itu banyak sekali. Juga bukan karena melafal Amituofo sehingga bentuk-bentuk pikiran jadi banyak, hanya saja setelah melafal Amituofo jadi menyadarinya.  

Ibarat debu bukanlah karena ada sinar matahari barulah ada, hanya saja ketika disinari matahari, barulah tampak jelas. Setelah melafal Amituofo menyadari bentuk-bentuk pikiran yang banyak, merasa pikiran jadi begitu kacau, sebelum melafal Amituofo pikiran masih terasa lebih tenang, maka itu insan yang bisa menyadari hal ini sesungguhnya telah mengalami kemajuan batin.

Asalkan bisa bersabar, dengan tulus melanjutkan melafal Amituofo berkesinambungan tak terputus, maka berangsur-angsur bentuk-bentuk pikiran akan reda dengan sendirinya.

Cara yang bagus untuk menfokuskan pikiran adalah mendengar suara lafalan Amituofo, mendengar dengan jelas setiap kata yang dilafalkan suara sendiri. Sambil melafal sambil mendengar suara lafalan, dengan demikian pikiran takkan berkeliaran, dengan sendirinya dapat terfokus. 

Perlahan-lahan setelah terbiasa maka pikiran pun akan tenang dengan sendirinya. Cara ini mudah dilakukan, kalau tidak percaya silahkan mencobanya. 

Penulis : Upasaka Huang Qing-lan
Disahkan oleh Master Yin Guang



初機淨業指南
四十一

攝心妙法

又有人說道:我常常念佛的。不曉得什麼緣故,不念佛的時候,心裏頭倒還好。一念了佛,心裏頭的念頭就多得了不得了,忽然一個念頭起來,忽然一個念頭落下,竟然沒有停歇的時候。要他心靜,越不能夠靜,一些不能夠一心一意的念佛。胡思亂想這樣的多,恐怕念了也沒有用。

我回答他道:口裏頭念佛,心裏頭想到旁處去,確是不好的。不過一個平常的人,心裏頭都是很亂的。起初念佛,哪里就會心靜?你們只要誠心念,慢慢 的日子長久了,就自然會漸漸的心靜起來的,這倒可以不必性急。況且你們心裏頭亂,是向來亂的,並不是念了佛才亂的。不過念了佛,自己剛才覺得心亂罷了。你 們沒有念佛的時候,心裏頭儘管亂,自己還不覺得哩!

譬如天空裏頭,本來灰塵是很多的,不過人多看不見罷了。一有太陽光照了,就看見亮光裏頭,飛的灰塵多得了不得了。你們沒有念佛的時候,不覺得念 頭多。並不是念頭不多,不過自己不覺得罷了。譬如灰塵,沒有被太陽光照的時候,並不是沒有灰塵,不過人看不見罷了。等到你們念了佛,念頭就覺得多。也並不 是念了佛,念頭才多的。不過念了佛,才覺著罷了。譬如灰塵,並不是太陽光照了才有的,不過太陽光照了,才看得出來罷了。現在你們念了佛,覺得念頭多,覺得 心很亂。實在你們的心,比沒有念佛的時候已經靜了,所以覺著的,實在是已經進步了。你們只要耐了心,誠心去念,就能夠一天進步一天,慢慢的心就可以不亂 了。

  我還有一個極容易的法子教你們,可以使得你們的心容易靜的。就是你們在念佛的時候,無論是高聲念,是低聲念,只要自己聽自己念佛的聲音,要個個 字聽得清楚。一邊念,一邊聽,那個心自然不能夠想到旁處去了,自然會歸在一處了。一天一天,漸漸的聽慣了,自然心就會不亂了。這是極容易試驗的,你們若是 不相信,你們可以先去試試看,究竟我的話靈驗不靈驗?

文摘恭錄 : 初機淨業指南
印光法師鑒定 
淨業弟子黃慶瀾演稿